Tentang KorbanMBG

Website independen untuk mendokumentasikan kasus keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Apa Ini?

KorbanMBG adalah platform pemantauan publik yang mengumpulkan dan menstrukturkan data kasus keracunan makanan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah Indonesia. Website ini bersifat independen, non-partisan, dan tidak berafiliasi dengan pihak manapun.

Tujuannya sederhana: menyediakan data yang akurat, transparan, dan mudah diakses agar publik, jurnalis, dan pembuat kebijakan bisa memantau keamanan pangan program ini.

Sumber Data

Data berasal dari dua kategori:

1. Angka Resmi (Headline)

Angka utama yang ditampilkan di halaman depan berasal dari sumber otoritatif:

  • JPPI — 33.626 pelajar keracunan (per April 2026, dilaporkan Kompas.id)
  • Presiden Prabowo — mengakui 28.000 siswa keracunan (Februari 2026)
  • KPAI — 12.658 anak di 38 provinsi (per akhir 2025)
  • BGN — 4.711 → 11.640 korban (September–November 2025)

2. Data Insiden (Agregasi Berita)

Data insiden dikumpulkan dari pemberitaan media nasional dan lokal melalui Google News RSS. Setiap insiden diidentifikasi berdasarkan lokasi (provinsi + kabupaten/kota) dan tanggal kejadian.

Metodologi

Proses Pengumpulan Data

  1. Scraping — Artikel dikumpulkan dari Google News RSS dengan query terkait "keracunan MBG", "keracunan makan bergizi gratis", dll.
  2. Ekstraksi — Jumlah korban diekstrak dari judul artikel menggunakan pattern matching (regex).
  3. Geolokasi — Provinsi dan kabupaten diidentifikasi dari judul/deskripsi artikel via keyword matching.
  4. Deduplikasi — Artikel yang meliput insiden yang sama (lokasi + tanggal ±7 hari) dikelompokkan menjadi satu insiden unik. Jumlah korban diambil dari angka tertinggi yang dilaporkan.
  5. Verifikasi — Data dibandingkan dengan angka resmi dari BGN, KPAI, JPPI, dan sumber otoritatif lainnya.

Batasan & Disclaimer

  • Data insiden berasal dari pemberitaan media — bukan investigasi lapangan langsung.
  • Sebagian besar kasus berstatus "diduga keracunan" — belum tentu terkonfirmasi secara medis.
  • Jumlah korban diekstrak dari judul berita yang bisa berubah seiring waktu (update bertahap).
  • Tidak semua insiden terliput media — angka aktual kemungkinan lebih tinggi.
  • Deduplikasi otomatis bisa salah: dua insiden berbeda di lokasi sama dalam seminggu bisa tergabung.
  • Website ini bukan sumber data primer — selalu rujuk ke sumber asli untuk keperluan akademis/jurnalistik.

Teknologi

Website ini dibangun dengan:

  • Frontend: SvelteKit + TailwindCSS
  • Backend API: Go (Fiber v2)
  • Database: PostgreSQL
  • Peta: Leaflet + GeoJSON batas administrasi Indonesia
  • Data: Google News RSS + scraping media nasional

Kontak & Kontribusi

Punya data tambahan, koreksi, atau ingin berkontribusi? Hubungi melalui:

Diperbarui otomatis setiap hari · Data bersifat terbuka dan dapat diverifikasi

Data: KPAI, BGN, JPPI, CISDI, detik.com · Independen, non-partisan

Diperbarui otomatis setiap hari